Aksi Jual Merata Menekan IHSG ke Zona Negatif Dalam ISG terkoreksi tajam sekitar -4,55% dengan tekanan jual yang hampir merata di seluruh sektor.
Market Update
Kumpulan publikasi Market Update TICMI untuk membaca perkembangan pasar modal terbaru.
IHSG Pulih, tetapi Belum Sepenuhnya Lepas dari Bayang-Bayang Tekanan Global. IHSG menutup pekan di level 6.1/7,14, menguat solid secara mingguan setelah sempat bergerak dari area sekitar 6.000 pada awal periode.
IHSG turun ke area 5.594,77, sementara grafik menunjukkan tekanan besar pada rupiah yang bergerak menuju Rp18.039 per dolar AS. Di sisi lain, indikator makro masih memberikan bantalan
IHSG menutup pekan di level 6.127,38, mash bergerak dalam fase pemulihan yang hati-hati setelah sempat berada di bawah tekanan besar. Menariknya, pada 29 Mei, ketika pasar menghadapi agenda rebalancing MSCI,
IHSG bergerak dalam tekanan tajam sepanjang pekan dan ditutup di sekitar 6.162,05, setelah sempat berada di area yang lebih rendah. Koreksi ini tidak berdiri sendiri, karena pasar sedang melakukan repricing terhadap risiko domestik, mulai dari tekanan rupiah
IHSG melemah ke level 6.723,32 pada 13 Mei 2026, sejalan dengan tekanan jual yang juga tercermin dari koreksi mingguan sekitar 3,53% menurut Kontan.
IHSG menutup pekan terakhir April 2026 dengan tekanan tajam, turun ke level 6.956,80, sejalan dengan grafik yang menunjukkan koreksi harian cukup dalam pada 30 April.
IHSG menunjukkan penguatan sepanjang pekan dengan sempat mencapai level tertinggi di atas 7.650 sebelum terkoreksi ringan dan ditutup di sekitar 7.621.
IHSG mengalami tekanan sepanjang pekan dan ditutup melemah ke kisaran 7.378, meskipun aktivitas transaksi di pasar saham menunjukkan peningkatan, khususnya dari investor domestik. Data transaksi memperlihatkan nilai perdagangan domestik meningkat hingga mendekati Rp29 triliun
Berita dan Artikel Terbaru
Wawasan terbaru untuk melengkapi Market Update TICMI.

Fluktuasi nilai tukar mata uang domestik merupakan salah satu motor penggerak utama dalam pasar modal. Ketika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus berlanjut hingga mencetak rekor terendah baru sepanjang masa, banyak pelaku pasar bertanya-tanya: apakah ada pengaruh nyata kurs rupiah terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penyesuaian regulasi guna menciptakan pasar modal yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Pada tanggal 31 Maret 2026, BEI resmi memberlakukan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00045/BEI/03-2026.

Memasuki pekan perdagangan 18-22 Mei 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali diramaikan oleh jadwal cum date dividen tunai. Berdasarkan informasi terbaru, ada sekitar 26 perusahaan tercatat yang akan melewati batas akhir periode cum dividen pekan ini.

Dalam upaya memperdalam pasar modal dan mempercepat akses keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.