Market Koreksi? Inilah Strategi Berburu Saham Undervalue Melalui TICMI Data

Di tengah dinamika pasar modal beberapa hari terakhir yang diwarnai dengan koreksi harga (market volatility), banyak investor ritel yang mungkin merasa cemas melihat portofolio mereka memerah.
Namun bagi para kaum fundamentalis dan value investor, momen ini justru sering dianggap sebagai masa "obral besar" di Bursa Efek Indonesia.
Pertanyaannya adalah: bagaimana kita memisahkan antara saham yang murah karena kualitasnya buruk, dengan saham yang murah karena memang sedang salah harga oleh pasar?
Melalui fitur Screener pada platform TICMI Data, kita dapat melakukan kurasi secara presisi untuk menemukan “mutiara terpendam” tersebut. Mari kita bedah hasil screening terbaru dengan kriteria PER Valuation yang menarik perhatian.
Kisah di Balik Angka: Memahami EPS dan PER
Sebelum melihat daftar sahamnya, mari pahami dua pilar utama valuasi saham. Bayangkan Anda sedang mengevaluasi sebuah bisnis restoran untuk dibeli.
1. Earnings Per Share (EPS):“Satu Irisan Keuntungan”
EPS adalah bagian laba bersih perusahaan yang dialokasikan untuk setiap lembar saham yang beredar.
Bayangkan perusahaan adalah sebuah kue besar. EPS adalah ukuran tebalnya satu irisan yang Anda dapatkan. Semakin tinggi EPS, semakin besar jatah keuntungan Anda sebagai pemegang saham.
EPS yang positif dan bertumbuh menandakan perusahaan memiliki mesin uang yang sehat dan efisien.
2. Price to Earning Ratio (PER):“Harga Sebuah Kesabaran”
PER membandingkan harga saham saat ini dengan laba bersih per saham (EPS).
Jika PER sebuah saham adalah 5 kali, secara teoritis Anda membutuhkan 5 tahun agar laba perusahaan mengembalikan modal pembelian Anda.
Semakin rendah PER (dibanding rata-rata industri), semakin murah valuasi saham tersebut relatif terhadap laba yang dihasilkannya.
Hasil Screening TICMI Data
Menggunakan filter ketat:
Berdasarkan harga penutupan Senin, 04 Mei 2026, muncul beberapa emiten unggulan yang diperdagangkan pada valuasi menarik.
BBTN & BBNI
PER di kisaran 5–6,9x menandakan sektor perbankan tetap solid meski pasar bergejolak.
INDF & UNVR
Raksasa consumer goods dengan EPS konsisten positif dan valuasi kompetitif.
INKP
Mewakili sektor industri dengan PER sangat rendah di level 6,72.
Bagi investor fundamental, angka-angka ini adalah sinyal untuk melakukan analisis lebih mendalam (deep dive analysis).
Saat mayoritas orang bertindak berdasarkan emosi, kaum fundamentalis bertindak berdasarkan data.
Mengapa Data Itu Penting?
Di TICMI, kami percaya bahwa investasi bukan tentang menebak, melainkan tentang mengkalkulasi risiko.
TICMI Data memberi Anda informational edge agar tetap tenang saat pasar terkoreksi.
Sudahkah Anda mengecek valuasi saham incaran Anda hari ini?
Disclaimer & Batasan Tanggung Jawab
- Bukan Ajakan Transaksi: bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu.
- Do Your Own Research: investor wajib melakukan analisis mandiri.
- Risiko Investasi: pasar modal memiliki risiko fluktuasi harga dan capital loss.
Penutup
Ingin mendalami analisis fundamental lebih profesional? Ikuti program sertifikasi dan pelatihan pasar modal di TICMI untuk meningkatkan kompetensi Anda sebagai investor maupun profesional di industri keuangan.
Stay Rational, Stay Profitable.